Museum Rumah Cut Nyak Dien, Saksi Keperkasaan Wanita Aceh

WisataMenarik.Com, Museum Rumah Cut Nyak Dien, Saksi Keperkasaan Wanita Aceh – Selain dikenal dengan wisata alam yang memukau, Aceh juga dikenal dengan cerita sejarah nya yang panjang. Provinsi yang terletak di ujung pulau Sumatra ini juga memunculkan banyak pahlawan seperti Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Cut Meutia dan banyak lagi. Tidak mengherankan jika di Aceh terdapat museum seperti Museum Rumah Cut Nyak Dien.

Sejarah Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien adalah seorang pahlawan nasional wanita dari Indonesia. Beliau lahir tahun 1848 di Lampadang Kesultanan Aceh, ia terlahir dari dari keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia seoarang uleebalang (kepala pemerintah dalam kesultanan Aceh yang memimpin sebuh daerah atau sagoe, yaitu tingkat setara dengan kabupaten dalam struktur pemerintahan Indonesia sekarang) yang mempunyai keturunan dari Datuk Makhudum Sati.

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien

Pada waktu kecil Cut Nyak Dien mendapatkan pendidikan agama, yang di didik oleh kedua orang tua nya dan guru agama. Beliau juga mendapat ilmu rumah tangga seperti memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari hari. Pada usia 12 tahun ia dinikahkan oleh orang tua nya dengan Teuku Ibrahim Lamnga, putra dari uleebalang Lamnga XIII. Akan tetapi Teuku Ibrahim Lamnga suami dari Chut Nyak Dhien telah tewas karena beliau meninggal dalam perang melawan Belanda yang berlokasi Gle Tarum pada tanggal 9 Juni 1878.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Silsilah keluarga Cut Nyak Dien

Pada tahun 1880 dia dipersunting oleh Teuku Umar, awalnya Cut Nyak Dien tidak mau tetapi saat Teuku Umar memperbolehkan dia untuk berperang melawan belanda Cut Nyak Dien pun mau di persunting oleh Teuku Umar. Setelah itu mereka melawan Belanda bersama. Tetapi pada 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur dalam penyerangan Meulaboh. Sedangkan Cut Nyak Dien wafat pada 6 November 1908 dalam pengasingan di Sumedang, Jawa Barat.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Museum Rumah Cut Nyak Dien merupakan museum yang dulu merupakan rumah dari Cut Nyak Dien dan Teuku Umar, disana terdapat beberapa koleksi parang dan rencong. Museum ini mengingatkan kita pada seorang pahlawan wanita yang berhati baja atau Wonder Woman nya Indonesia, Cut Nyak Dien memang dikenal dengan pendirian nya yang teguh serta gagah berani dalam memimpin pasukan untuk melawan Belanda. Di museum tersebut kita dapat melihat senjata rencong yang dulu beliau pakai.

Secara administrasi museum ini berada di Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Untuk mencapai Museum Rumah Cut Nyak Dien kita harus menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer atau 20 menit dari Banda Aceh kota. Letak nya yang berada di pinggir jalan memudahkan kita untuk melihat letak dari museum tersebut. Wisatawan bisa membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil, jika tidak mau memakai kendaraan pribadi kita bisa memakai kendaraan umum. Kondisi jalan dari Banda Aceh ke kecamatan peukan Bada juga terbilang sangat baik.

Sejarah Museum Rumah Cut Nyak Dien

Dalam perjuangan Teuku Umar dan Cut Nyak Dien sempat diwarnai pembelotan Teuku Umar kepada Belanda, aksi tersebut menuai banyak tentangan dari rakyat yang menganggap beliau berkhianat. Padahal strategi tersebut untuk mengelabuhi pihak Belanda dan untuk mendapatkan  akses gudang persenjataan. Karena Belanda menganggap Teuku Umar berada di pihak nya , Belanda memberikan hadiah sebuah rumah kepada Teuku Umar. Itulah rumah yang kini menjadi Museum Rumah Cut Nyak Dien. Namun bangunan yang sekarang bisa dilihat adalah replika dari bangunan yang asli.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Pada tahun 1896 rumah yang asli konon telah di bakar oleh Belanda karena Belanda mengetahui bahwa Teuku Umar hanya berpura pura. Rumah tersebut dibangun kembali oleh departemen pendidikan dan kebudayaan serta diresmikan oleh Fuad Hasan yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1987.

Pesona Museum Rumah Cut Nyak Dien

Ketika tiba di Museum kita dapat melihat sumur yang sangat tinggi di pintu utama. Sumur tersebut memang di buat tinggi, tinggi nya mencapai 2 meter agar Belanda tidak dapat meracuni sumur tersebut.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Sumur tua di Museum Rumah Cut Nyak Dien

Seperti rumah adat Aceh lain nya, desain museum ini juga memiliki bentuk yang hampir sama. Berbentuk rumah panggunag dengan ukuran 25 meter x 17 meter serta memiliki 65 tiang kayu penyangga. Pintu utama di desain kecil agar saat melewati pintu tersebut kita membungkuk.

Saat masuk di dalam rumah kita akan merasakan sejuk. Dinding – dinding ruangan tersebut terbuat dari papan – papan kayu serta atapnya terbuat dari pelepah daun kelapa yang kering. Ruangan di dalam museum tersebut sangat luas serta pintu pintu yang menghubungkan ruangan satu dengan ruangan yang lain. Pada dinding ruangan kita bisa melihat silsilah dari Cut Nyak dien. Selain itu ada juga koleksi yang menggambarkan masa peperangan di Aceh terdahulu. Kita juga dapat membaca penjelasan yang ada di bawah gambar gambar yang ada.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Ruang Tamu, Museum Rumah Cut Nyak Dien

Saat memasuki ruangan yang lai terdapat kursi – kursi kayu yang sangat khas dengan ukiran – ukiran khas Jepara terpajang dengan rapi. Di tenagh deretan kursi tersebut terdapat meja yang diperkirakan untuk para tokoh tokoh Aceh merundingkan strategi untuk melawan Belanda. Di ruangan tersebut juga didapati senjata senjata yang di gunakan oleh Cut Nyak Dien untuk berperang melawan penjajah seperti rencong dan parang.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Rencong yang digunakan Cut Nyak Dien

Pada Museum Rumah Cut Nyak Dien kita juga dapat melihat kamar yang di gunakan oleh Cut Nyak Dien. Walaupun hanya replika, namun desain kamar tersebut dibuat mirip dengan aslinya tanpa mengurangi detail yang ada. Kamar ini di hiasi dengan tirai kuning layaknya yang dimiliki oleh raja raja.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Kamar Tidur Cut Nyak Dien

Jika kita berwisata ke Museum Rumah Cut Nyak Dien kita tidak usah khawatir karena disana ada penjaga yang dapat mengantar kita berkeliling di museum tersebut. Dengan sabar penjaga tersebut menceritakan sejarah yang terkandung dalam koleksi – koleksi museum ini.

Fasilitas Museum Rumah Cut Nyak Dien

DI Museum Rumah Cut Nyak Dien ini fasilitas nya sudah bagus seperti lahan parkir yang luas, dan juga terdapat toilet. Selain itu ada pemandu yang selalu ramah pada wisatawan yang ingin lebih mengetahui sejarah yang ada pada museum tersebut. Di sekitaran museum tersebut terdapat masjid masjid. Setelah berwisata di museum kita juga dapat menikmati kopi khas Aceh yang tersedia di warung warung sekitar museum.

Museum Rumah Cut Nyak Dien

Halaman Museum Rumah Cut Nyak Dien

Jam Buka dan Harga tiket masuk Museum Rumah Cut Nyak Dien

Museum Rumah Cut Nyak Dien di buka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.30  sampai 12.30 dan 14.00 sampai 17.00 WIB. Untuk memasuki museum ini kita tidak dipungut biaya apapun, tetapi hanya diminta untuk memberi sumbangan seikhlas nya untuk merawat Museum Rumah Cut Nyak Dien.

Tips berwisata di Museum Rumah Cut Nyak Dien

  • Berperilaku sopan dan jaga tutur kata
  • Dilarang merokok, makan, atau minum di dalam museum
  • Jaga kebersihan museum
  • Jaga kelestarian museum dan jangan merusak koleksi nya