Masjid Raya Makassar, Destinasi Religi yang Menentramkan Jiwa

WisataMenarik.Com, Masjid Raya Makassar, Destinasi Religi yang Menentramkan Jiwa – Indonesia merupakan Negara muslim terbesar di dunia, maka dari itu tentu saja turis muslim dari luar Indonesia akan sangat nyaman datang ke Negara ini. Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang cukup terkenal sampai seluruh dunia seperti Bali dan Raja Ampat. Tetapi bagi orang-orang yang ingin merasakan destinasi wisata yang berbeda seperti destinasi wisata religi, dapat juga mencobanya.

Destinasi religi di Makassar yang cukup terkenal adalah masjid terapung yang berada di dekat pantai Losari. Tetapi terdapat juga masjid yang merupakan tempat umat muslim beribadah terbesar kedua di daerah provinsi Sulawesi Selatan yaitu Masjid Raya Makassar. Letak masjid Raya Makassar ini cukup strategis, dengan luas 14 ribu meter persegi, masjid ini berada di perempatan jalan sehingga orang-orang mudah menjangkaunya.

Kemegahan Masjid Raya Makassar

Kemegahan Masjid Raya Makassar

Alamat Masjid Raya Makassar

Berlokasi di Jalan Masjid Raya, Gaddong, Bontoala, kecamatan Pattunuang, kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan kode pos 90516 bagi kalian yang ingin datang. Jika kalian tidak familiar dengan kota Makassar, biasanya peta kota Makassar dapat menunjukan lokasinya dengan cukup jelas, sebagai poatokan lokasi masjid ini tidak jauh dari wisata pantai Losari, jika kalian sudah sampai ke Pantai Losari dapat dijangkau selama 15 menit.

Sejarah Kelam Masjid Raya Makassar

Masjid ini memiliki sejarah yang cukup kelam, karena dahulunya didirikan sebagai pusat berkumpulnya pejuang dari para penjajah pada jaman dahulu. Dikarenakan penjajah yang menganggap salah satu warga melakukan pemberontakan, pemimpin masjid Agung ditembak dan gugur ditempat oleh penjajah Belanda. Masjid ini karena dibangun sejak jaman penjajahan hingga awal kemerdekaan dahulu, mendapat dukungan dari presiden Soekarno dan pemerintahan. Bahkan presiden Soekarno pernah mengunjungi dan pernah melakukan sholat jum’at di masjid tersebut, presiden kedua Indonesia Bapak Soeharto juga pernah mengunjungi masjid ini.

Selain itu, masjid Raya Makassar merupakan tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ pertama di Indonesia yaitu pada tahun 1955. Awal dibangunnya pertama kali sekitar tahun 1948 dan selesai pada tahun 1949 tetapi mengalami renovasi pada tahun 1999 sampai dengan 2005 yang diresmikan oleh wakil presiden pada kala itu Bapak Jusuf Kalla.

Masjid ini cukup berbeda dengan masjid lainnya, dikarenanakan bangunan megah ini memiliki gaya arsitektur Timur Tengah dan Eropa dengan 1 kubah besar dan dikelilingi 4 kubah kecil pada tiap sudut masjid.  Setiap pengunjung yang datang dari bagian depan masjid, akan menemukan halaman yang luas dan pohon palem juga beberapa rerumputan. Terdapat juga anak tanggal dan 4 pilar tanpa atap saat keluar dari masjid, sehingga masjid terlihat sangat megah dan memiliki nuansa yang berbeda dengan masjid lainnya.  Masjid Raya Makassar dapat menampung hingga 10 ribu Jemaah didalamnya dan hingga 50 ribu jemaat pada halaman masjid. Dinding masjid pada ruangan utama berwarna putih dihiasi dengan dekorasi ayat al qur’an yang merupakan hasil tulisan tangan berwarna hijau. Dan pada bagian samping terdapat tulisan hijau mudah dengan corak Timur Tengah.

Masjid Raya Makassar dengan Arsitektur Gaya Eropa dan TimTeng

Masjid Raya Makassar dengan Arsitektur Gaya Eropa dan TimTeng

Pada lantai halaman depan, menggunakan hiasan pecahan keramik yang ditata dengan rapi sehingga jika terkena cahaya akan terlihat indah dan berkilau. Lantai putih dominan dengan hiasan garis hitam membentuk bintang yang dihiasi lampu di berbagai sisi.

Bagi setiap pengunjung yang datang dapat memarkirkan kendaraan di halaman depan ataupun tiap sisi masjid, sehingga kapasitas parkir terbilang cukup untuk bangunan yang megah ini. Halaman utama masjid seringkali dijadikan tempat bersantai bagi masyarakat Makassar ataupun tempat pengambilan foto keindahan masjid ataupun mengambil selfie.

Keindahan Masjid Raya Makassar

Keindahan Masjid Raya Makassar

Pada bagian pintu utama masjid, ada gerbang hijau tua besi yang hanya dibuka pada waktu sholat, dan bagi para pengunjung yang ingin masuk ke ruang utama amasjid ini harus melewati lantai bawah dan pinttu yang berada di samping masjid. Pintu utama masjid ini memiliki bentuk kerucut dan terbuat dari bahan batu marker dan hiasann kotak-kota pada bagian atas. Tetapi tiap pengunjung dapat masuk ke masjid ini melalui semua sisi karena terdapat pintu di semua arah masjid.

Pintu utama masjid ini ada 3 dengan tinggi lebih melebihi 3 meter dan pada bagian samping terdapat beberapa jendela besar yang tidak memiliki pintu. Ruangan masjid ini terbuka agar sirkulasi udara dapat beraliran masuk dan keluar dengan mudah karena tidak menggunakan bahan kayu atau jendela kaca. Karena itu, suasana masjid ini sangat sejuk, ditambah lagi karena ruangan utamanya yang menggunakan batu marmer asli yang berasal dari Sulawesi. Garis berwarna hitam pada lantai berwarna putih merupakan tanda pembatas jarak saat Jamaah sedang melakukan ibadah sholat.

Pada bagian dalam kubah, terdapat hiasan garis hijau tua yang berpusat pada lingkaran besar yang juga berwarna hijau tua. Kubah Besar ini berada di atas ruangan utama yang cukup besar dengan diameter sekitar 15 meter yang merupakan tanda kemegahan masjid. Pada bagian dinding sekitar Mihrab yang berwarna putih dengan 3 cekungan yang merupakakan tempat imam, khotib, dan pintu keluar halaman belakang, masjid menggunakan hiasan batu alam dengan warna hitam gelap yang memenuhi tembok barat.

Mihrab ini juga menggunakan 2 pilar besar yang menyangga dan menghiasi masjid, terbuat dari batu marmer berwarna putih sehingga terlihat sangat indah. Tiang berwarna keemasan setinggi 2 meter yang merupakan tempat untuk imam berada di kedua sisi.

Pada bagian atas masjid, terdapat hiasan bangunan setengah lingkaran ditopang kedua  pilar yang berwarna putih dengan paduan warna jingga. Pada bagian dalam atas Masjid dihiasi ornmanen hijau muda dan hitam kota-kotak warna warni yang merupakan tempat bagi imam.

Terdapat juga jam lemari kayu setinggi 2 meter pada daerah kanan kiri dalam masjid yang memperindah dinding masjid. Pada ruangan bawah masjid juga ada tempat untuk para jamaah berwudhu dan kantor MUI.

Selain itu yang menjadi salah satu benda iconik dari masjid Raya Makassar adalah Al Qur’an raksasa yang berada di lemari kaca diletakan di bagian depan pintu utama dan dapat dilihat pengunjung. Banyak pengunjung yang ingin melhat al Qur’an raksasa ini, terutama anak-anak atau wisatawan luar sehingga pada musim liburan banyak orang yang menghabiskan waktu disekitar Al Qur’an raksasa.

Menjadi Pusat Pendidikan Agama Islam di Makassar

Masjid Raya Makassar Nan Elok

Masjid Raya Makassar Nan Elok

Masyarakat Makassar sendiri menggunakan Masjid Raya Makassar sebagai pusat pendidikan agama Islam dan juga tempat musyawarah untuk mendapatkan berbagai ilmu agama. Karena pengunjung yang cukup banyak mendatangi masjid, pihak pengelola menyediakan tempat ibadah luas yang berada di lantai bawah dan merupakan tempat istirahat bagi pengunjung yang datang, sehingga pengunjung luar kota atau turis lainnya dapat datar dan beristirahat di ruangan bawah ataupun melaksanakan ibadah. Pada ruangan bawah ini juga diberi fasilitas lainnya seperti perpustakaan dan buku islami bagi tiap pengunjung yang ingin membaca dan mengetahui  lebih dalam mengenai agama islam.